SERANG – Angin segar sekaligus "peringatan keras" berembus di Pendopo Gubernur Banten, KP3B. Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi, resmi mengukuhkan 37 pejabat fungsional baru untuk memperkuat mesin birokrasi Pemprov Banten, Jumat (13/2/2026).
Namun, pelantikan kali ini bukan sekadar seremoni jabat tangan. Di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang "terseok" atau menantang, para pejabat ini diminta tidak hanya bekerja ala kadarnya.
Birokrasi Jangan Jadi Benalu Anggaran Deden menegaskan bahwa inovasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan hidup dan mati bagi program unggulan daerah. Ia menyoroti program Sekolah Gratis yang harus tetap berjalan mulus meski anggaran sedang ketat.
"Jangan cuma duduk manis. Komitmen aparatur adalah kunci agar program prioritas tidak macet di tengah jalan. Kita butuh inovasi agar program unggulan tetap menyentuh rakyat tanpa alasan kendala fiskal," tegas Deden dengan nada lugas.
Kepala BKD Banten, Ai Dewi Suzana, memastikan ke-37 pejabat ini bukan "orang titipan", melainkan mereka yang lolos uji kompetensi ketat sesuai kebutuhan OPD.
Sektor Digital & SDM: 9 Pranata Komputer & 9 Analis SDM (Target: Transformasi Digital).
Sektor Ekonomi & Mutu: 6 Penguji Mutu, 3 Pengawas Dagang, 2 Analis Dagang (Target: Stabilisasi Harga).
Sektor Strategis: 3 Pengelola PBJ, 3 Pengawas Lingkungan, 2 Pengendali Dampak Lingkungan.
Mereka disebar ke instansi basah maupun kering, mulai dari Bapenda, Disperindag, hingga DLHK, dengan satu misi: Memastikan visi Gubernur tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas RPJMD. (AM2GA)
Hashtag:
#BantenUpdate
#SekdaBanten
#ASNBerprestasi
#InovasiDaerah
#SekolahGratisBanten
#BirokrasiBersih
#Banten2026
#KinerjaASN
