Mencium Bau Anyir Masalah di TPSA Cilowong: Sekda Serang Hentikan Pengiriman Demi Redam Amarah Warga

 



KOTA SERANG – Arus pengiriman limbah domestik dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menuju Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong resmi memasuki babak baru yang penuh ketegangan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, mengambil langkah taktis dengan menghentikan sementara seluruh aktivitas pembuangan tersebut guna melakukan audit dan evaluasi menyeluruh.

Keputusan krusial ini merupakan respons kilat atas gelombang protes keras dari warga Kecamatan Taktakan yang menolak keras keberlanjutan kerja sama antarwilayah tersebut. Nanang menegaskan bahwa penghentian ini bukanlah sekadar jeda administratif, melainkan perintah langsung dari Wali Kota Serang untuk memprioritaskan aspirasi masyarakat terdampak.

"Atas perintah Pak Wali Kota, operasional kami hentikan dulu. Kami diperintahkan membuka ruang dialog selebar-lebarnya untuk memetakan dampak nyata dari perjanjian kerja sama ini," tegas Nanang usai melakukan pertemuan emosional dengan warga, Selasa (06/01/2026).

Dosa Teknis dan Aroma Tak Sedap Dalam dialog tersebut, fakta di lapangan tidak lagi bisa ditutupi. Keluhan warga bukan tanpa alasan; mulai dari aroma menyengat hingga ceceran air lindi dari armada truk yang dianggap tidak layak menjadi poin evaluasi utama. Nanang mengakui bahwa kondisi sebagian mobil pengangkut dari Tangsel masih jauh dari standar kelayakan.

“Tadi sudah dengar sendiri, sebagian armada masih ada yang rusak dan bau air lindi. Ini menjadi catatan besar untuk perbaikan ke depan jika memang kerja sama ini ingin dilanjutkan,” tambahnya.

Menepis Isu ‘Uang Panas’ Di tengah memanasnya situasi, Nanang bergerak cepat menepis isu miring mengenai adanya oknum pejabat yang meraup keuntungan pribadi. Secara tegas, ia mengklarifikasi bahwa proyek ini masih dalam fase uji coba dan belum ada sepeser pun dana APBD yang dialokasikan atau diterima oleh pihak mana pun.

"Jangan sampai karena urusan sampah, hubungan sosial masyarakat menjadi rusak. Rumusnya sederhana: jangan ada dusta di antara kita. Hak masyarakat harus disampaikan secara transparan dan terang benderang," pungkasnya menutup pernyataan dengan nada tegas.

Modernisasi Armada Pengangkut : Pemerintah Kota Tangerang Selatan harus mewajibkan penggunaan truk vakum tertutup rapat untuk mencegah kebocoran air lindi di sepanjang jalur pemukiman warga menuju Cilowong.

Transparansi Dana Kompensasi : Rumus "Jangan ada dusta" harus diwujudkan dalam bentuk dasbor publik yang memperlihatkan alokasi dana kerja sama untuk perbaikan infrastruktur dan kesehatan warga Taktakan secara real-time.

Audit Kapasitas TPSA : Perlu dilakukan audit independen terhadap daya tampung Cilowong agar kerja sama ini tidak mengorbankan daya dukung lingkungan jangka panjang bagi warga Kota Serang. (AM2GA)


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال