Kab Tangerang - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Pamulang memulai rangkaian Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMKN 15 Kabupaten Tangerang. Kegiatan pengantaran dan koordinasi awal ini menjadi langkah penting sebelum mahasiswa melaksanakan observasi, asistensi, dan praktik mengajar selama beberapa pekan ke depan.
Kepala SMKN 15, Bapak Yadi, S.Pd., M.Pd., bersama Kepala Kurikulum, Bapak Yadinu, menyambut mahasiswa dan memberikan arahan terkait kondisi sekolah, pembagian tugas, serta aturan etika yang harus dijalankan selama PLP. Selain soal teknis, keduanya juga menjelaskan tantangan yang dihadapi sekolah, termasuk kebutuhan sumber daya manusia guru dan tenaga kependidikan.
Dalam pengarahan, mahasiswa diberi pemahaman bahwa PLP bukan sekadar latihan mengajar. Tahap awal difokuskan pada observasi lingkungan sekolah, pengenalan karakter peserta didik, dan penyesuaian dengan program sekolah. Mahasiswa juga diarahkan berkoordinasi intensif dengan guru pamong dan aktif berinisiatif membantu kegiatan sekolah sesuai arahan.
Kepada mahasiswa, Bapak Yadi menekankan pentingnya sikap profesional: kedisiplinan, etika berpakaian, tutur kata, dan cara berinteraksi dengan guru serta siswa. "Mahasiswa membawa nama universitas saat berada di sekolah. Jadi, kepatuhan terhadap aturan dan komunikasi yang baik sangat penting," ujar Bapak Yadi dalam kegiatan tersebut.
PLP memberi kesempatan bagi mahasiswa PPKn untuk menjembatani teori di kampus dengan praktik nyata di sekolah. Mereka dapat menyaksikan langsung bagaimana guru mengelola kelas, menangani siswa dengan karakter beragam, serta menyelesaikan masalah pembelajaran sehari-hari. Pengalaman ini menegaskan bahwa menjadi pendidik membutuhkan kompetensi pedagogis, keterampilan komunikasi, kesabaran, dan kemampuan adaptasi—lebih dari sekadar penguasaan materi.
Pihak sekolah menegaskan bahwa keterbatasan sumber daya bukanlah alasan untuk berhenti berinovasi. Sebaliknya, tantangan tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa tentang realitas pengelolaan sekolah. Keberhasilan proses pendidikan, kata pihak sekolah, bergantung pada kerja sama antara guru, tenaga kependidikan, orang tua, perguruan tinggi, dan komunitas.
Koordinasi PLP di SMKN 15 diakhiri dengan pembagian tugas dan penetapan jadwal observasi serta pendampingan guru pamong. Selama pelaksanaan, mahasiswa diharapkan aktif, bertanggung jawab, dan senantiasa menjaga profesionalisme agar pengalaman PLP memberi manfaat bagi pengembangan kompetensi mereka sekaligus memberikan kontribusi positif bagi sekolah. (AM2GA)
