Peluncuran yang bertepatan dengan 16 Rabiul Awal 1448 H itu dihadiri puluhan warga dan tokoh setempat. Kehadiran masyarakat bersama pejabat kelurahan menunjukkan komitmen kolektif untuk menghadirkan program humanis yang memberi perhatian konkret kepada warga usia lanjut.
Acara dihadiri Lurah Bakti Jaya, Rifki Aprilian, S.Ikom., M.M., dan Ketua PDA Kota Tangerang Selatan, Dr. Hj. Misdayati, S.Pd., M.Pd., sebagai wujud kolaborasi antara otoritas publik dan organisasi masyarakat berbasis keagamaan. Sinergi ini dinilai strategis untuk menciptakan lingkungan yang ramah usia lanjut.
Sekolah Lansia "Mentari Ufuk Timur" dirancang sebagai pusat edukasi nonformal yang mengombinasikan pengetahuan kesehatan mandiri, penguatan spiritualitas, kebugaran fisik, dan kesejahteraan psikologis. Dengan modul pembelajaran khusus, para peserta didorong tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga mempertahankan produktivitas dan peran sosial di komunitasnya.
Lurah Rifki menyambut positif inisiatif tersebut dan menegaskan dukungan kelurahan terhadap operasional program. "Kami mendukung penuh agar orang tua kita tetap sehat, aktif, dan bahagia di usia senja. Kolaborasi seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat," ujar Rifki dalam sambutan singkatnya.
Ketua PDA Tangsel, Dr. Hj. Misdayati, menyampaikan harapannya agar Mentari Ufuk Timur menjadi pilot project yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain di kota ini. Menurutnya, program semacam ini memperkuat rasa martabat lansia sekaligus membangun jejaring sosial yang mendukung kehidupan mereka sehari-hari.
Rangkaian peluncuran ditutup dengan sesi ramah tamah dan sosialisasi kurikulum awal bersama para lansia dan warga sekitar, menandai dimulainya pendampingan terstruktur bagi generasi senior di Kecamatan Setu. Ke depan, penyelenggara berencana mengembangkan kegiatan berkala seperti pemeriksaan kesehatan, kelas kebugaran, kelompok diskusi spiritual, dan pelatihan keterampilan sederhana untuk meningkatkan ketahanan ekonomi lansia. (AM2GA)
