Ciputat Timur : Gerak cepat di tengah tekanan harga Di tengah tekanan harga kebutuhan pokok yang semakin mencekik, Pemerintah Kecamatan Ciputat Timur meluncurkan langkah taktis lewat “Bazar Ramadhan 2026 : Ragam Sembako Murah”.
Gelaran ini bukan sekadar seremoni bulan puasa, tetapi dijadikan instrumen nyata untuk menahan laju inflasi lokal dan memberi jeda bagi warga yang terjepit dompet di tengah fluktuasi harga menjelang Ramadan.
Masyarakat diundang menyerbu halaman Kantor Kecamatan Ciputat Timur pada Kamis, 5 Maret 2026, mulai pukul 09.00 WIB. Berbagai komoditas utama—beras premium, minyak goreng, telur, gula, tepung, hingga bahan dapur harian—dijajakan dengan harga jauh di bawah rata‑rata pasar, sehingga belanja keperluan puasa tidak lagi terasa seperti “ujian finansial”.
Restu Walikota, kepanikan warga jadi lebih terukur Bazar Ramadhan 2026 ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan Kota Tangerang Selatan, Wali Kota H. Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota H. Pilar Saga Ichsan, serta dikawal langsung oleh Camat Ciputat Timur, Rastra Yudhatama. Kehadiran para pejabat di tengah arena bazar bukan hanya sekadar foto dan sapa, melainkan sinyal politik: pemerintah daerah siap turun langsung, bukan hanya menunggu reaksi panik warga ketika harga melonjak.
Kolaborasi ini juga menegaskan bahwa respons inflasi tidak hanya ditumpukan pada regulasi, tetapi juga pada intervensi langsung di lapangan: menyediakan pasokan yang terjamin dan harga yang transparan. Warga kini punya “opsi resmi”: bila harga di pasar desa atau warung dekat gang bertenggaraan, mereka bisa beralih ke bazar kecamatan yang jelas harganya dan terbuka untuk semua lapisan.
Kolaborasi sektor swasta, bukan hanya bantuan sosial Keunikan bazar tahun ini terletak pada meluasnya keterlibatan sektor swasta dan perbankan.
Nama‑nama besar seperti BSI, Bank BJB, Mandiri, hingga jaringan ritel modern Alfamart dan Alfamidi turut ambil bagian, tak hanya sebagai donatur, tetapi sebagai mitra logistik dan pengatur stok. Dengan begitu, bazar bukan hanya arena “bagi‑bagi sembako”, melainkan skema kerja sama riil antara pemerintah, pelaku bisnis, dan konsumen untuk menjaga keseimbangan harga di lapisan terbawah.
Dukungan bank dan ritel juga memperkuat kapasitas: stok pangan lebih terukur, tidak ada main‑main “stok di tahan di gudang”, dan harga jual di bazar bisa dipertanggungjawabkan secara transparan. Ini sekaligus menjawab kecurigaan masyarakat yang sering menuding harga tinggi karena “main kartel” di pasaran, dengan hadirnya opsi lain yang terbuka dan diawasi langsung pemerintah daerah.
Solusi praktis agar bazar tidak jadi jebakan harian Supaya Bazar Ramadhan 2026 bukan hanya pesta sekaligus yang berulang tahunan, beberapa langkah konkret bisa diusulkan :
Bazar periodik sepanjang tahun : Pemkot dan kecamatan bisa menggelar bazar sembako murah tidak hanya di Ramadhan, tetapi juga di hari besar lain atau saat isu inflasi sedang panas, sehingga masyarakat punya rujukan harga “patokan” yang stabil.
Kemitraan ritel tetap di RW‑RW : Alfamart, Alfamidi, dan ritel lain bisa menggulirkan program “harga khusus RT/RW” minimal beberapa kali dalam bulan, dengan dukungan resmi kecamatan, agar warga tidak bergantung hanya pada satu hari bazar.
Kartu prioritas untuk warga miskin : pemerintah kota bisa mengintegrasikan bazar dengan basis data KIS/PKH, sehingga warga penerima bantuan sosial dapat memperoleh alokasi khusus, voucher, atau kuota khusus untuk membeli sembako murah, bukan hanya bergantung antrian umum.
Kontrol harga di pasar tradisional : kecamatan dan dinas terkait bisa intensifkan pantauan harga di pasar tradisional sebelum Ramadhan, menambah jalur distribusi resmi, dan mengimbau pedagang agar tidak menaikkan harga di atas batas wajar, dengan bantuan informasi harga bazar sebagai acuan.
Dengan pendekatan ini, Bazar Ramadhan di Ciputat Timur bukan hanya memberi “obat sesaat” bagi kantong warga, tetapi ikut membangun mekanisme lokal yang lebih sehat: harga terkendali, stok aman, dan masyarakat punya kepercayaan bahwa pemerintah tidak tinggal diam ketika Ramadan diiringi panasnya harga di lapak. (AM2GA)
