Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang tak tinggal diam hadapi genangan banjir lumpur yang mengancam nyawa warga. Fokus terbaru: perang habis-habisan melawan lubang-jalur maut di Jalan Benteng Betawi, arteri vital penghubung Stasiun Tanah Tinggi ke Poris, Minggu (8/2/2026). Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) turun tangan langsung karena statusnya jalan nasional, sementara DPUPR setempat pasang badan sambil nunggu solusi permanen.
Kepala DPUPR Taufik Syahzaeni blak-blakan: "Hujan deras plus kemacetan truk bikin aspal ambruk. Kami langsung action tambal kilat dan lapis ulang di titik neraka, biar pengendara selamat!" Kerusakan parah di ruas rawan kecelakaan ini kini 80% jinak berkat pendekatan bertahap—tanpa macet total. Strategi cerdas: perkuat pondasi aspal agar tak bolong lagi, plus tim ronda 24 jam cegah lubang baru lahir.
Solusi Jangka Panjang Biar Jalan Anti-Gurun: Pemkot Tangerang janji revolusi infrastruktur—drainase superlebar, aspal anti-air, dan sensor pintar pantau kerikil lepas via aplikasi warga. Pengguna jalan diminta mata elang: patuhi rambu, pelan-pelan di zona perbaikan, dan lapor via hotline DPUPR (0812-xxx-xxxx). Hasilnya? Ekonomi warga ngegas, transportasi Poris-Tanah Tinggi kini bebas drama lubang, janji Pemkot: zero kecelakaan jalan raya 2026! (AM2GA)
