Nasional – Suasana perpolitikan dan kebebasan berpendapat kembali memanas. Mantan Menkopolhukam, Mahfud MD, secara terbuka menyatakan rasa bangga sekaligus memberikan pembelaan keras terhadap Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Hal ini menyusul gelombang kritik tajam yang dilayangkan Tiyo terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi sorotan publik.
Mahfud menilai, apa yang disampaikan oleh representasi mahasiswa tersebut bukanlah asal bunyi, melainkan sebuah kritik yang berlandaskan nalar dan logika yang sehat.
Kritik Bukan Kriminal, Tapi Nutrisi Demokrasi Dalam pernyataannya, Mahfud menekankan bahwa kritik terhadap program pemerintah, termasuk MBG, adalah bagian dari rasionalitas akademik yang seharusnya dijaga, bukan justru dibungkam. Ia melihat argumen yang dibangun Tiyo Ardianto memiliki dasar yang kuat dan relevan dengan kondisi lapangan.
"Kritik Tiyo itu rasional. Itu adalah suara intelektual muda yang peduli pada substansi kebijakan," ujar Mahfud menanggapi dinamika yang berkembang.
Sinyal Bahaya : Teror Terhadap Aktivis Mahasiswa, Namun, yang membuat tensi berita ini meningkat adalah adanya laporan mengenai tindakan intimidasi atau teror yang menyasar sang Ketua BEM.
Mahfud MD dengan tegas meminta aparat penegak hukum tidak tinggal diam. Ia mendesak agar dalang di balik teror tersebut segera diusut tuntas demi menjaga muruah demokrasi di lingkungan kampus.
Bagi Mahfud, membiarkan teror tumbuh subur hanya akan mencederai kebebasan berekspresi yang telah diperjuangkan sejak reformasi.
Menjaga Nalar di Tengah Kebijakan
Kejadian ini menunjukkan adanya jarak komunikasi yang lebar antara pembuat kebijakan dan kelompok kritis.
Solusi yang dapat ditempuh antara lain :
Ruang Dialog Terbuka: Pemerintah seharusnya membuka ruang debat publik yang resmi terkait program MBG, sehingga kritik mahasiswa bisa diserap sebagai bahan evaluasi, bukan dianggap sebagai gangguan.
Jaminan Keamanan Akademik : Rektorat dan Kepolisian wajib menjamin keselamatan mahasiswa yang bersuara kritis agar iklim intelektual di universitas tidak mati karena ketakutan.
Tanggapan Masyarakat : Antara Simpati dan Penegakan Hukum
Berita ini diprediksi akan memicu reaksi besar dari berbagai lapisan masyarakat :
Dukungan Publik : Sebagian besar masyarakat merasa simpati dan sepakat dengan Mahfud MD. Mereka menilai mahasiswa adalah "alarm" bagi pemerintah. Jika alarm tersebut dipaksa bungkam dengan cara-cara premanisme (teror), maka demokrasi dalam kondisi darurat.
Klarifikasi Fakta : Masyarakat berharap pihak berwenang menjelaskan secara transparan mengenai dugaan teror tersebut. Publik ingin memastikan bahwa sumber informasi mengenai intimidasi ini valid dan bukan sekadar isu untuk memperkeruh suasana.
Harapan Transparansi Program : Di sisi lain, pembaca berharap perdebatan mengenai MBG ini berujung pada perbaikan program tersebut, sehingga anggaran negara benar-benar tersalurkan dengan tepat sasaran sesuai kritik rasional yang disampaikan BEM UGM. (AM2GA)
