KOTA SERANG – Sebuah pesan persaudaraan yang kuat dikirimkan dari jantung Provinsi Banten menuju ujung barat Nusantara. Pada Minggu (4/1/2026), sebanyak 7.000 potong pakaian baru hasil kolaborasi pelaku industri kreatif yang tergabung dalam Banten Creative Festival (BCF) resmi diberangkatkan menuju Aceh. Gerakan ini menjadi simbol perlawanan terhadap trauma bencana yang melanda wilayah Sumatera sejak akhir tahun lalu.
Ada yang berbeda dari aksi sosial kali ini. Di tengah kebiasaan pengiriman baju bekas layak pakai, para kreator Banten memilih jalur yang lebih bermartabat. Sebanyak 30 jenama (brand) lokal sepakat mengosongkan rak stok mereka untuk menyumbangkan produk dalam kondisi 100% baru—mulai dari busana anak, remaja, dewasa, hingga alas kaki berupa sepatu dan sandal.
M. Irfan Koyong, sosok di balik layar BCF, menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar urusan logistik, melainkan suntikan moral.
“Kami ingin warga Aceh merasa dihargai. Pakaian baru bukan sekadar kain, tapi ada rasa layak, harapan, dan semangat baru di dalamnya. Kami ingin saudara kita di sana bangkit dengan kepala tegak,” ujar Irfan saat prosesi pelepasan bantuan di Sekretariat BCF, Cipocok Jaya, Kota Serang.
Kolaborasi Strategis: Logistik Tanpa Biaya Ikhtiar ini menemukan jalannya lewat kemitraan strategis bersama TIKI Serang. Perusahaan jasa pengiriman ini mengambil peran vital dengan menggratiskan seluruh biaya distribusi menuju tanah Rencong.
Akbar, punggawa Marketing TIKI Serang, menyebut langkah ini adalah komitmen perusahaan sejak bencana Desember 2025 pecah. "Seluruh donasi ini kami berangkatkan secara cuma-cuma. Kami memfasilitasi 16 kategori kebutuhan pokok, mulai dari medis hingga perlengkapan tidur, asalkan dalam kondisi baru," jelasnya.
Menariknya, program pengiriman gratis ini juga dibuka untuk publik dengan syarat berat maksimal 10 kilogram, sebuah langkah yang memicu gelombang partisipasi masyarakat luas dalam memulihkan Aceh.(AM2GA)
