Banten Belum Surut: Patia Terkepung 1 Meter, Jalur Serang-Tangerang Masih Lumpuh!


 

SERANG – Pengepungan banjir di sejumlah wilayah Provinsi Banten belum juga melandai. Hingga Jumat (16/1/2026) sore, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten mencatat rapor merah di Kabupaten Pandeglang dan Serang dengan ketinggian air yang masih menembus angka satu meter.

Kepala Pelaksana BPBD Banten, Lutfi Mujahidin, mengonfirmasi bahwa Kecamatan Patia, Pandeglang, kini menjadi episentrum banjir terparah. "Kombinasi curah hujan ekstrem dan luapan sungai memaksa air bertahan di angka 30 cm hingga 100 cm. Tim reaksi cepat kami tetap siaga penuh di titik krisis," tegas Lutfi.

Peta Krisis Terkini:

Pandeglang: 9 Kecamatan (termasuk Labuan, Panimbang, hingga Saketi) masih terendam. Puluhan kampung terisolasi akibat genangan yang tak kunjung surut.

Kabupaten Serang: Desa Cakung (Kampung Kuranji) mencatat genangan 80 cm. Akses mobilitas warga praktis lumpuh total.

Kabupaten Tangerang: Lima titik panas (Kosambi, Pakuhaji, Mauk, Tigaraksa, Balaraja) masih tergenang air.

Wilayah Kota: Sawah Luhur (Kota Serang) dan Cibeber (Cilegon) masih terpantau basah.

Meski wilayah Lebak dan Tangerang Raya mulai kondusif, BPBD memberikan peringatan keras bagi warga di bantaran sungai untuk tidak lengah terhadap potensi "hujan susulan" yang bisa memicu banjir kiriman sewaktu-waktu.

Masalah banjir tahunan Banten memerlukan penanganan yang lebih cerdas daripada sekadar pembagian sembako. Berikut langkah strategisnya :

Normalisasi Sungai Lintas Batas: Tingginya genangan di Patia dan Serang adalah bukti nyata pendangkalan sungai. Pemerintah harus mempercepat pengerukan sedimen dan pembersihan hambatan alami di hilir sungai secara masif.

Audit Drainase Kawasan Industri & Pemukiman : Banjir di Kabupaten Tangerang seringkali dipicu oleh sistem drainase yang tidak terintegrasi. Diperlukan audit teknis terhadap saluran air di wilayah Kosambi hingga Balaraja agar air memiliki jalur keluar yang jelas menuju laut.

Aktivasi Early Warning System (EWS) Digital : BPBD perlu memperkuat sensor debit air yang terhubung langsung ke ponsel warga melalui WhatsApp atau aplikasi khusus, sehingga evakuasi dilakukan secara mandiri sebelum air masuk ke dalam rumah.

Pembangunan Tanggul Portabel: Di titik-titik krusial seperti Kampung Kuranji, penggunaan tanggul sementara (sandbags atau geo-bags) harus disiapkan lebih awal guna menahan luapan sungai yang merendam jalan utama. (AM2GA)


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال