Dari Riset Menjadi Ensiklopedia: Peneliti Muda Diseminasi Hasil Penelitian Cagar Budaya Cirebon untuk Generasi Muda

 

Cirebon, 12 Agustus 2026 — Peneliti sekaligus Dosen Universitas Pamulang menyelenggarakan diseminasi hasil riset “Ensiklopedia Cagar Budaya Cirebon untuk Generasi Masa Depan” melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari salah satu luaran penelitian. Dalam kegiatan tersebut, peneliti utama Darto Wahidin, S.Pd., M.Sc. memaparkan hasil pendokumentasian warisan budaya di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon. Ensiklopedia ini disusun sebagai sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh akademisi, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat untuk mendukung pendidikan sekaligus pelestarian kebudayaan.




Cirebon sebagai Ruang Akulturasi Budaya

Dalam pemaparannya, peneliti menjelaskan bahwa Cirebon memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang terbentuk dari pertemuan berbagai kebudayaan. Warisan tersebut tercermin melalui keberadaan Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kaprabonan, dan Keraton Kacirebonan, serta berbagai bentuk akulturasi dalam arsitektur, seni, batik, tradisi, dan peninggalan sejarah. Diseminasi juga menyoroti tantangan pelestarian budaya di tengah perubahan sosial dan globalisasi. Karena itu, dokumentasi budaya perlu dikembangkan agar tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga dapat diakses dan dipahami oleh generasi muda.



 

Dorong Digitalisasi dan Pelibatan Generasi Muda


Tim peneliti mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam memperkenalkan warisan budaya Cirebon. Pengembangan ensiklopedia akan diarahkan untuk terintegrasi dengan berbagai media, serta keterlibatan generasi muda sebagai pembuat konten budaya. Sebagai tindak lanjut, tim peneliti merumuskan empat arah strategis, yaitu: integrasi Ensiklopedia Cagar Budaya Cirebon ke dalam kurikulum muatan lokal, digitalisasi berbasis pemuda, pengembangan paket wisata edukasi terpadu, serta penataan kawasan wisata religi. Buku Ensiklopedia Cagar Budaya Cirebon ditargetkan resmi terbit pada awal September 2026. Melalui publikasi tersebut, hasil riset diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan sekaligus mendukung upaya pelestarian warisan budaya Cirebon bagi generasi mendatang. (AM2GA)

 



Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال