Di lokasi, rombongan melihat langsung upaya yang dilakukan tim gabungan di lapangan, mulai dari pemadaman api, pengendalian kepulan asap, hingga langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke area lain. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah unsur terkait yang terus bekerja di tengah kondisi medan yang cukup menantang.
Wamen KLH menekankan bahwa kebakaran TPA tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, insiden seperti ini berpotensi menimbulkan dampak serius, terutama terhadap kualitas udara, kesehatan warga, dan kelestarian lingkungan. Karena itu, ia meminta penanganan dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi, sekaligus mendorong pembenahan sistem pengelolaan sampah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sementara itu, Bupati Tangerang menyatakan bahwa pemerintah daerah telah mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi kebakaran tersebut. Berbagai langkah ditempuh, mulai dari pengerahan petugas pemadam kebakaran, penggunaan alat berat, hingga dukungan lintas instansi agar proses penanganan dapat berjalan maksimal.
Selain meninjau kondisi di lapangan, rombongan juga melakukan koordinasi langsung dengan petugas untuk mengevaluasi langkah yang sudah dijalankan. Dari hasil pemantauan itu, dibahas pula strategi penanganan lanjutan serta langkah mitigasi jangka panjang agar TPA Jatiwaringin lebih aman dan terkendali ke depan.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin kembali mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah yang modern, aman, dan berkelanjutan. Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada pemadaman saat insiden terjadi, tetapi juga memperkuat sistem pengelolaan TPA secara menyeluruh agar lebih ramah lingkungan dan minim risiko kebakaran. (AM2GA)
