Kegiatan yang berlangsung melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan pendampingan praktis itu menyorot keterkaitan antara gaya kepemimpinan dan iklim kerja sekolah. Narasumber memaparkan bahwa kepemimpinan transformasional—yang mampu memotivasi, memberi inspirasi, dan membangun budaya kolaboratif—mendorong suasana kerja lebih harmonis dan produktif sehingga kualitas pembelajaran meningkat secara berkelanjutan.
Partisipasi guru sangat tinggi, terlihat dari antusiasme dalam sesi diskusi dan keinginan mereka menerapkan metode pembelajaran inovatif. Selain kompetensi akademik, PKM menekankan bahwa guru harus menunjukkan komitmen moral dan tanggung jawab profesional yang tercermin melalui kedisiplinan, kreativitas mengajar, dan kemampuan menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan perkembangan zaman serta kebutuhan peserta didik.
Kepala sekolah juga dinilai krusial dalam membina kompetensi guru melalui evaluasi berkala, pembinaan, dan motivasi berkelanjutan. Sinergi antara kepala sekolah dan guru menjadi faktor penentu peningkatan mutu pembelajaran. Dalam konteks SMK, kepemimpinan yang adaptif menjadi kebutuhan penting agar proses pembelajaran selaras dengan perkembangan industri dan teknologi.
Rekomendasi solusi yang muncul selama PKM meliputi :
- Penyusunan program pengembangan kepemimpinan berkala untuk kepala sekolah, termasuk pelatihan praktik kepemimpinan transformasional.
- Pendampingan pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) inovatif yang mengintegrasikan proyek berbasis industri.
- Mekanisme evaluasi dan umpan balik rutin antar guru dan pimpinan untuk mengukur implementasi metode baru.
- Fasilitasi kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah melalui program mentoring dan studi kasus praktis.
- Pembangunan komunitas belajar guru (PLN internal) untuk berbagi praktik terbaik dan inovasi pembelajaran.
Kolaborasi antara dosen perguruan tinggi dan staf sekolah pada kegiatan ini menunjukkan transfer pengetahuan yang nyata : perspektif akademik dipadukan solusi praktis untuk tantangan sehari-hari di lapangan. Para peserta berharap kerja sama semacam ini dilanjutkan secara berkala agar peningkatan kompetensi menjadi berkesinambungan.
Secara keseluruhan, PKM ini memberikan sumbangan nyata bagi penguatan kompetensi pendidik dan pembentukan budaya kerja positif di SMK Sasmita Jaya 2. Langkah lanjutan yang disarankan adalah memformalkan program pengembangan kepemimpinan dan memantapkan mekanisme kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi untuk menjamin perbaikan mutu yang terukur dan berkelanjutan. tulisan ini dari : Dr.Herdi Wisman Jaya,CT.,S.Pd.,M.H.,C.Ht (AM2GA)
