Bom Waktu Longsor di RT 01 Bhakti Jaya: Pemkot Jangan Menutup Mata!


Tangsel – Rasa cemas kini menghantui warga di kawasan Tanah Sewaan, RT 01 RW 08, Kelurahan Bhakti Jaya, Setu, Tangerang Selatan. Pasca-insiden longsor yang dipicu cuaca ekstrem beberapa waktu lalu, lokasi tersebut kini berada dalam status *siaga*. Kondisi tanah yang labil ditambah guyuran hujan dengan intensitas tinggi membuat warga yang bermukim di sana bak tinggal di bawah bayang-bayang bencana yang bisa datang kapan saja.

Ancaman Nyata di Balik Tebing Curam Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi tanah yang mulai retak dan tergerus aliran air. Wilayah Tanah Sewaan yang memiliki kontur kemiringan cukup ekstrem ini menjadi titik paling rawan dalam peta mitigasi bencana di Kecamatan Setu. Jika tidak segera dilakukan intervensi fisik, bukan tidak mungkin longsor susulan akan memakan badan jalan atau bahkan menghantam pemukiman di bawahnya.

Ketua lingkungan setempat bersama warga mulai menyuarakan kegelisahan mereka. Minimnya infrastruktur penahan tanah (turap) yang memadai di titik-titik krusial dinilai menjadi lubang besar dalam sistem pertahanan bencana di wilayah tersebut.

*Kami tidak bisa tidur nyenyak jika hujan turun lebih dari dua jam. Tanah di sini terus bergerak, dan jika dibiarkan, ini adalah bom waktu bagi keselamatan warga,* ungkap salah seorang warga yang terdampak langsung.

Pemkot Tangsel Harus Bergerak Cepat Hingga saat ini, penanganan di lokasi longsor Tanah Sewaan masih bersifat darurat. Warga berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan, melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK), tidak hanya sekadar meninjau, tetapi segera mengeksekusi pembangunan dinding penahan tanah permanen.

Lambannya respon di titik-titik rawan seperti RT 01 RW 08 Bhakti Jaya dikhawatirkan akan menambah daftar panjang kerugian materil maupun non-materil bagi masyarakat kecil yang menggantungkan hidup di lahan tersebut.

Solusi Strategis : Menjinakkan Tanah Labil Bhakti Jaya

Untuk memutus rantai ancaman longsor di wilayah ini, berikut adalah langkah-langkah solutif yang mendesak untuk diambil:

Pembangunan Bronjong dan Turap Permanen : Pemerintah harus memprioritaskan anggaran darurat untuk membangun tanggul penahan yang kokoh di sepanjang tebing Tanah Sewaan agar pergeseran tanah tidak meluas ke area jalan utama.

Sistem Drainase Terintegrasi : Longsor sering kali dipicu oleh air permukaan yang tidak terarah. Dibutuhkan pembuatan saluran air (drainase) yang tepat agar air hujan tidak langsung meresap dan melunakkan struktur tanah tebing.

Penanaman Vetiver (Rumah Akar) : Selain infrastruktur beton, penanaman rumput vetiver atau tanaman pengikat tanah lainnya perlu dilakukan sebagai solusi alami jangka panjang untuk memperkuat struktur tanah di area kemiringan.

Relokasi atau Penataan Kawasan : Mengingat status lahan adalah *Tanah Sewaan*, pemerintah perlu duduk bersama pemilik lahan dan warga untuk menata ulang jarak aman hunian dari bibir tebing demi keselamatan nyawa manusia. (AM2GA)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال