Cilegon - Di gubuk reyot 9x7 meter di Lingkungan Ciore Tengah, Grogol, Cilegon, Suadah (70) pasrah terkapar lumpuh hampir empat tahun. Dua anaknya, Hasanah dan Sabuti, bergulat gangguan jiwa dengan obat seadanya, sementara atap bocor deras, genteng ambruk angin kencang—ancaman nyata bagi nyawa mereka.
Suryani, anak kedua, cerita getir: "Hujan deras, air nyembur dari kamar ke ruang tamu. Tiga genteng pernah jatuh, untung tak celurup orang. Ekonomi morat-marit, tiga bulan terakhir obat habis—ibu tak jalan, kakak-adik gila tak terobati." Ia putar otak ambil obat bulanan, tapi batas daya sudah di ujung tanduk.
Harapan bangkit saat DPC Gerindra Cilegon gebuk renovasi total rumah ini, Minggu (1/2/2026), rayakan HUT ke-18 partai. Atap diganti anti-bocor, dinding retak diplester ulang—langkah darurat cegah bencana.
Ketua DPC Helldy Agustian: "Kondisi memilukan, perintah pusat bantu warga terpinggir. Semoga rumah ini jadi benteng nyaman bagi Ibu Suadah." Sekjen Hasbi Sidik banggakan: "Target minimal satu rumah, kami dobelkan! Kompak bergerak, dampak nyata untuk kader dan rakyat."
Renovasi dua rumah sekaligus ini target selesai cepat: tambah ventilasi, perkuat struktur, pasang talang anti-genangan. Gerindra janji follow-up obat gratis dan pantau kesehatan keluarga—solusi holistik, tak cuma tembok.
Bagi Suryani, ini lebih dari bata: hujan tak lagi musuh, angin tak lagi momok. "Terima kasih Gerindra, semoga balasan Allah limpah," ujarnya haru. Kisah ini bukti politik tak sekadar janji—tapi aksi selamatkan nyawa.(AM2GA)
