Azwar Anas, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Serang, menggelegar dalam rapat Jumat ini. "Rp1 juta itu mencederai semangat kesejahteraan yang digaungkan Pemkab. Bagaimana guru bisa fokus mendidik anak bangsa dengan insentif seadanya? Ini kontradiktif total dengan visi Serang Bahagia!" tegasnya.
Padahal, Pemkab sempat janjikan anggaran Rp3-4 miliar untuk transisi dari dana BOS ke APBD. Tapi kajian TAPD malah tebang pilih efisiensi, hingga nominal gaji merosot drastis. Banggar tuntut hitung ulang segera, cari celah anggaran agar tak korbankan kualitas hidup pendidik.
Solusi Konkret demi Kesejahteraan Guru Banggar usul tiga langkah cepat :
Revisi skema anggaran dengan potong belanja tak prioritas, targetkan gaji minimal Rp2,5 juta agar layak hidup. Libatkan serikat guru dalam kajian ulang untuk hitungan realistis berbasis biaya hidup Serang. Dorong Pemkab alokasikan dana cadangan APBD 2026 khusus pendidik, hindari transisi picu mogok massal.
Tanggapan Masyarakat : Dukungan Gara-Gara Fakta Tajam Warga Serang ramai soroti berita ini di medsos. "Benar banget dari sumber DPRD, Rp1 juta cuma cukup makan sehari! Guru pahlawan pendidikan kok diperlakukan begini?" tulis seorang ibu rumah tangga di Facebook. Guru honorer lain tambah, "Azwar Anas wakilin suara kami. Kalau naik gaji, murid makin semangat belajar." Respons positif ini bukti berita jelas, berbasis pernyataan resmi Banggar—bukan opini liar.
Kisruh ini jadi ujian serius Pemkab Serang. Efisiensi boleh, tapi jangan sampai guru kehilangan nafas. Pantau kelanjutannya! (AM2GA)
