Dibalik Wajah Resik Tangsel: Asa Petugas Kebersihan yang Tercekik Keterlambatan Gaji

 


Tangsel – Di balik deru truk sampah dan sapuan sapu lidi yang menjaga estetik Kota Tangerang Selatan, tersimpan kegelisahan mendalam yang tak tersuarakan. Hingga Selasa (17/2/2026), puluhan tenaga honorer di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel mengaku belum menerima hak dasar mereka berupa upah bulanan.

Keterlambatan ini menjadi ironi pahit. Pasalnya, mereka adalah garda terdepan yang berjibaku saat Tangsel dihantam krisis pembuangan sampah beberapa waktu lalu. Kini, saat kota mulai bernapas lega dari tumpukan limbah, para petugasnya justru harus menahan lapar akibat ketidakpastian administratif.

Ancaman 'Sanksi' di Balik Status WhatsApp

Keresahan para pekerja bukan tanpa alasan. Ironisnya, di tengah keterhimpitan ekonomi, mereka seolah dipaksa bungkam. Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya kekhawatiran bakal menerima teguran keras dari atasan jika berani mengeluhkan soal gaji di ruang publik, bahkan sekadar melalui status WhatsApp pribadi.

"Kami hanya ingin hak kami cair tepat waktu. Tapi mengeluh sedikit saja taruhannya bisa pekerjaan," bisik salah satu anggota keluarga pekerja yang meminta identitasnya dipugar demi keamanan posisi sang tulang punggung keluarga.

Rincian Upah yang 'Pas-pasan'

Padahal, jika menilik angka, upah yang mereka nantikan jauh dari kata mewah :

Sopir Honorer: Rp2,8 juta/bulan

Kernet & Pesapon: Rp2,7 juta/bulan

Perawat Taman: Rp2,3 juta/bulan

Part-time Taman: Rp2 juta/bulan

Bagi pejabat, angka ini mungkin sekadar statistik. Namun bagi pekerja lapangan di wilayah Nambo dan sekitarnya, setiap rupiah adalah nyawa bagi sekolah anak dan kebutuhan dapur yang tak bisa ditunda.

Bungkamnya Otoritas

Hingga berita ini naik cetak, belum ada keterangan resmi dari DLH Tangsel terkait penyebab tersendatnya gaji para petugas. Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Sekretaris Dinas (Sekdis) DLH Tangsel, Hadi Widodo, namun pesan dan panggilan wartawan belum membuahkan jawaban.

Jika tidak segera dimitigasi, keresahan ini berpotensi memicu demotivasi kerja yang secara langsung dapat melumpuhkan sistem operasional kebersihan di Tangerang Selatan. (AM2GA)


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال