Tangsel - Pemerintah Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, gaspol bikin ribuan lubang biopori di titik-titik kritis. Strategi cerdas ini langsung serang dua musuh utama: tumpukan sampah organik rumah tangga plus genangan air pas musim hujan. Camat Serpong, Syaifudin, bilang ini komitmen nyata buat jaga lingkungan bareng warga.
Kami targetkan 3.000 lubang di seluruh kelurahan. Mulai petakan zona rawan banjir dan pemukiman padat, ungkap Syaifudin saat ditemui di kantornya, Jumat (23/1/2026). Instruksi sudah turun: sampah sisa sayur atau daun langsung dikubur di situ, biar dekomposisi alami hasilkan pupuk sekaligus pori tanah aktif.
Cara kerjanya sederhana tapi ampuh. Fauna tanah bakal gerak, bikin saluran resapan vertikal. Air hujan nggak langsung banjiri jalan atau saluran—langsung nyerep ke bumi, lanjutnya. Kecamatan ajak tokoh RW dan kader lingkungan edukasi warga: bikin satu-dua lubang per rumah, gampang kok.
Harapannya? TPA lebih ringan, banjir Serpong minim. Kalau massal per RW, efeknya gede. Warga sadar, banjir musim hujan tahun ini bisa kita tekan bareng, tambah Syaifudin. Program dievaluasi rutin biar lubang tetap hidup dan optimal.
Ini langkah kecil warga
Tangsel yang bisa bikin perubahan besar. Siap ikutan? (AM2GA)
