Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, mengakui bahwa proyek besar tersebut menyebabkan penyesuaian alokasi anggaran. Namun, ia memastikan program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tetap berjalan sesuai rencana.
“Ada penyesuaian anggaran, tapi tidak menghilangkan program yang menyentuh langsung kebutuhan warga,” ujar Iwan, Jumat (19/6/2026).
Iwan memberi contoh nyata: proyek betonisasi jalan di 17 titik tetap digerakkan tahun ini. Pendanaan dilakukan secara kombinasional melalui APBD Kota Serang dan bantuan keuangan Pemprov Banten, sehingga tidak ada titik yang terlewat akibat alokasi untuk alun-alun.
Sektor pendidikan juga mendapat atensi serius. DPUPR tengah merampungkan pembangunan gedung baru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang ditargetkan beroperasi Juli 2026. Selain itu, proyek peninggian bangunan SD Pamarican terus dikebut untuk mengatasi persoalan banjir tahunan yang kerap mengganggu aktivitas belajar.
Iwan menegaskan, pihaknya konsisten menjalankan arahan Wali Kota Serang untuk memprioritaskan infrastruktur dasar. Strategi pembangunan bertahap dipilih agar setelah kondisi jalan membaik, pemerintah kota memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik lainnya.
“Kami tidak ingin tampil cantik di alun-alun, tapi warga tetap kesulitan di jalan. Keseimbangan ini adalah prioritas,” tambahnya.
Kabar ini menyiramkan optimisme bagi pelaku usaha dan komunitas lokal. Proyek yang berjalan simultan menunjukkan bahwa Kota Serang tidak hanya membangun wajah kota, tetapi juga fondasi ekonomi dan sosial yang lebih kuat. Kondisi ini membuka peluang bagi media dan bisnis untuk bermitra dalam kampanye publik, sponsor kegiatan, atau iklan yang selaras dengan program pembangunan berkesinambungan. (AM2GA)
