Banten, 31/5/2026 – Ledakan literasi membara! Generasi muda Banten hampir sempurna membaca-menulis. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025 catat Angka Melek Huruf (AMH) generasi muda Provinsi Banten 99,95 persen! Buta huruf praktis hilang, bukan lagi tantangan utama. Fokus kini bergeser ke kesiapan pelajar hadapi era digital yang melesat cepat!
Data Susenas 2025 juga tunjukkan Angka Partisipasi Sekolah (APS) pendidikan dasar 99,52 persen hampir seluruh anak usia SD Banten akses pendidikan formal. Kualitas guru pun naik kelas: lebih dari 97 persen guru punya kualifikasi minimal S1/D4, indikator mutu pendidikan daerah melonjak tajam!
Tapi di balik capaian tinggi literasi akses, kesenjangan teknologi jadi pekerjaan rumah besar. 84,38 persen pelajar Banten aktif pakai internet untuk belajar kebutuhan lain. Namun, penggunaan komputer/laptop hanya 20,11 persen mayoritas masih andal telepon seluler akses materi pembelajaran! Kondisi ini tanda transformasi pendidikan Banten tak lagi fokus baca tulis, tapi penguatan literasi digital, pemerataan akses perangkat teknologi, infrastruktur pembelajaran digital.
Pemerintah Provinsi Banten terus perluas akses pendidikan lewat Program Sekolah Gratis inisiasi Gubernur Andra Soni. Hingga 2025, 801 sekolah swasta bergabung, 60.705 siswa terverifikasi penerima manfaat. Ini bukti komitmen nyata kemiskinan pendidikan!
Solusi Kilat Penuhi Laptop & Literasi Digital :
- 1 Laptop/1 Siswa : Pemprov Banten subsidi 100.000 laptop gratis untuk siswa SD-SMA, target 50% tahun ini.
- Lab Komputer Gratis : Bangun 500 lab komputer di sekolah rural, 100 PC/lab, buka 24 jam.
- Kelas Literasi Digital Wajib : 2 jam/minggu kurikulum AI, coding, keamanan online, guru terlatih.
- Wi-Fi Desa Massal : Pasang 1.000 hotspot gratis di desa, akses internet 10 Mbps tanpa biaya.
Banten siap generasi emas digital! AMH 99,95% bukti sukses, tapi laptop literasi digital jadi kunci masa depan. Andra Soni Pemprov, gaspol! Banten Juara 2030! (AM2GA)
Tags
Nasional
