"Satu pintu aja cukup! Masyarakat bisa culik info pemerintah, curhat aspirasi, lapor aduan, sampe urus layanan lain—semua praktis, kilat, tanpa drama," tegasnya di acara peluncuran Kamis ini.
Pendekatan chat-first berbasis AI jadi senjata utama, bikin akses layanan terasa santai seperti ngobrol teman. "Cukup ketik via WhatsApp, nggak perlu pusing navigasi rumit. Pemerintah harus ikut gaya warga zaman now," tambahnya, sambil janjikan pelayanan yang manusiawi, responsif, dan super sederhana untuk semua kalangan.
Kepala Dinas Kominfo Tangsel, Tb. Asep Nurdin, sebut ini lompatan besar dari portal biasa ke orkestrasi AI penuh. "Tangsel One plus asisten pintar Helita (Helo Kita Tangsel)—bukan chatbot kaku, tapi AI agent cerdas yang paham urusan warga, arahkan tepat, dan eksekusi instan, semua dari satu chat WA!"
Harapan Pemkot : naikkan kualitas layanan, perluas jangkauan hingga pelosok. Tapi biar revolusi ini maksimal, berikut solusi jitu tambahan:
Integrasi Lokal Hero : Libatkan tokoh masyarakat dan RT/RW sebagai "AI Ambassador" untuk tutorial WA door-to-door, khususnya lansia dan pedagang kecil.
Dashboard Real-Time : Tambah fitur monitoring publik via app, biar warga pantau progres aduan mereka sendiri—transparansi zero hoax.
Bootcamp Digital Gratis : Gelar workshop bulanan di kecamatan untuk latih 1.000 warga pertama pakai Helita, lengkap voucher data WA.
Feedback Loop AI : Helita auto-kumpul saran pengguna, analisis tren, dan usul upgrade ke Wali Kota—pelayanan evolusi mandiri!
Dengan langkah ini, Tangsel One tak cuma aplikasi, tapi mitra hidup warga—menuju kota pintar yang beneran pintar melayani. (AM2GA)
